Andai sebuah pertemuan itu hanyut tanpa noktah
Manis jika dikayuh bersama kuat diimbangi hasrat saksama
Pahit diancam ragu-ragu
lemah tanpa komitmen
Gugur segala tetesan yang tidak tertahan
Sakit segala jiwa dan raga
Hampa dan kecewa
Lusuh dan terabur
Perlu detik panjang yang berjalan
Ku tutup kan mata harap esok tiada
Bibir jadi basah kesan airmata
Hampir ku teriak kan segala rasa siksa
Tapi masih gelap saat ku membuka mata
Ku angkat tangan semula capai satu rasa
Namun dihempas ku hingga berdarah
Ku genggam erat membuka telapak tangan
Saiz kecil itu kuat menarik ku, tergamam
Si permata beta hatinya penuh indah
Mengusap kecewa ku saat aku lupa
Wahai mami Putra, lihat pada hati
Berjalan kita pada titian nan panjang
Bersama-sama saling kita genggam hingga pintu yang abadi

No comments:
Post a Comment