Search This Blog

Khalef


 




Andai sebuah pertemuan itu hanyut tanpa noktah

Manis jika dikayuh bersama kuat diimbangi hasrat saksama

Pahit diancam ragu-ragu

lemah tanpa komitmen

Gugur segala tetesan yang tidak tertahan

Sakit segala jiwa dan raga

Hampa dan kecewa

Lusuh dan terabur

Perlu detik panjang yang berjalan

Ku tutup kan mata harap esok tiada

Bibir jadi basah kesan airmata

Hampir ku teriak kan segala rasa siksa

Tapi masih gelap saat ku membuka mata

Ku angkat tangan semula capai satu rasa

Namun dihempas ku hingga berdarah

Ku genggam erat membuka telapak tangan

Saiz kecil itu kuat menarik ku, tergamam

Si permata beta hatinya penuh indah

Mengusap kecewa ku saat aku lupa

Wahai mami Putra, lihat pada hati

Berjalan kita pada titian nan panjang

Bersama-sama saling kita genggam hingga pintu yang abadi

 


No comments:

Post a Comment