*play the music
Banyak kejadian yang telah melemahkan aku.
Kini aku menjadi pantang terhadap kehilangan.
Saat aku punya kehilangan yang paling dasyat, aku melalui
kehilangan yang penuh kejutan
Perlahan-lahan semua mereka pergi tinggalkan aku.
Dan aku berjalan di setiap langkah ku memikirkan asbab dan punca
Menjadi sempurna, ditinggalkan.
Menjadi tidak sempurna juga dipulaukan
Kadang tidak perlu lah berkejar-kejar menjadi kegemaran
Kerna, ,mereka tiada butuh dalam hidup kecuali Tuhan
mendekatkan.
Sesak jalan cerita ku dengan kehadiran mereka walaupun
membahagiakan pada awalnya.
Hanya ku ketap bibir dan mencelik mata dengan setiap
keputusan.
Keputusan yang dimata mereka buat kebaikan diri ini.
Namun, hakikatnya bencana disetiap saat jam berjalan.
Sekarang aku redha dengan kehilangan walaupun perlu waktu
yang panjang.
Tersenyum lah wahai Aisyah.
Bersyukurlah dengan sendirian mu tanpa ada yang membuat mu fikirkan hal yang sia-sia
Berdiri dengan kekuatan mu yang diberi tanpa syarat daripada-Nya
Istimewa mu itu ada pada hatimu dan engkau tahu itu
Senjata mu itu doa dan jangan berputus asa dengan ujian ini
Si Aisyah itu pemberani, penguat dan tegar dalam nafasnya.
Ya, itu aku :)

No comments:
Post a Comment